Arsip Bulanan: September 2012

Kelas OFII: Kelas Istri-Istri Bersuamikan Bule Prancis

DILF merupakan metode yang digunakan untuk mengajar kelas OFII

Masih tentang mengajar, pengalaman saya mengajarkan bahasa Prancis ke wanita-wanita Indonesia yang bersuamikan orang Prancis pun nggak kalah serunya. Seru benar-benar dalam artian menyenangkan, bikin gemes, kadang bikin sebal, dan yang terpenting, tidak terlupakan. Mengajar mereka seperti memberi arti baru tentang hidup bagi saya. Bahwa kehidupan itu tidak mesti datar-datar saja. Kehidupan itu seperti sebuah mutiara di dasar lautan yang mendapatkannya harus dengan usaha pantang menyerah ke laut terdalam meskipun banyak hiu menghadang (loh koq jadi puisi berima? ).

Yah.. jika kalian pernah tinggal di luar negeri dan bertemu komunitas orang Indonesia di luar negeri, mungkin teman-teman akan memahami berbagai tipe orang Indonesia, terutama kaum hawa yang bersuamikan bule di sana. Pada awalnya, jujur saja, sebelum saya menyentuh komunitas itu, saya terlanjur termakan omongan orang tentang stereotipe cewek-cewek yang menikahi pria asing: ………………. (titik-titik, teruskan sendiri). Saya sampai nggak tahu mau mendeskripsikannya seperti apa, karena saya begitu ingin menghormati mereka. Satu hal yang pasti: mereka, kaum hawa Indonesia yang bersuamikan bule ini, tidak seperti yang digambarkan dalam stereotipe orang kita mengenai mereka. Tidak selalu. Dan tidak sama sekali. Kalaupun ada salah satu dari stereotipe itu yang benar, saya hanya bisa bilang: mereka beruntung, dan saya iri. Ya, iri, karena saya tidak bisa dan tidak berani seperti mereka. Mungkin orang-orang yang membicarakan hal-hal yang buruk tentang mereka dan semakin memperkuat stereotipe itu, juga karena mereka iri. Tapi, mungkin mereka tidak mau mengakuinya.

Baca lebih lanjut

Jack & Jill

Tiket gratis nobar ‘Jack & Jill’ dari majalah Grazia Indonesia

Sebenarnya saya nggak terlalu doyan nonton film komedi di bioskop karena buat saya nonton film komedi cukup donlot dari internet dan nonton pakai laptop di rumah. Tetapi kalau untuk film-film berlatar historis atau imajinatif yang membutuhkan banyak efek visual yang apik barulah saya mau bela-belain pergi ke bioskop. Termasuk juga film Indonesia yang bagus, saya lebih suka nonton di bioskop.

Cuma karena hari ini saya dapat tiket gratisan nobar (singkatan dari ‘nonton bareng’) dari Grazia, majalah yang aslinya dari Italia dan lisensinya di Indonesia dipegang oleh Feminagroup, yah nggak papalah saya datang juga buat nonton sekaligus refreshing. (Tapi sayang juga ya majalah-majalah nggak ngadain nobar film Sherlock Holmes, padahal saya lebih prefer film detektif berlatar Inggris jaman abad kesembilan belas ini dengan bintang-bintang yang super ganteng dan bikin mata nggak berkedip seperti Robert Downey Jr. dan Jude Law :D). Baca lebih lanjut

Naik Kendaraan Umum di Luar Negeri

Taksi di London: Warna-Warni! (2010)

Kali ini saya nulis yang ringan-ringan aja ya, mo cerita pengalaman naik berbagai jenis kendaraan selama saya di luar negeri. So far, tipe-tipe kendaraan yang pernah saya tumpangi masih yang standar-standar aja sih, belom pernah dapet kesempatan naek gerobak isi aneka hewan macam babi atau kuda, atau kendaraan khas negeri setempat (misalnya seperti tuk-tuk di India). Nggak tau juga sanggup nggak ya sekandang.. eh satu gerobak dengan berbagai “aroma” binatang ini, hehehe. Kendaraan standar nih maksudnya ya pesawat, kereta, trem, metro (subway), taksi, bus, sampai mobil pribadi. Tapi ada berbagai peristiwa di setiap naik kendaraan itu yang masih saya ingat sampai sekarang. Well, ini dia beberapa di antaranya…

Baca lebih lanjut