Arsip Kategori: keuangan

Menabung Berhadiah Kejutan Milyaran? Siapa Takut…

Siapa yang nggak kepingin menabung terus dapat hadiah banyak, apalagi hadiahnya mobil atau emas? Siapa saja pun bisa menang asalkan rajin menabung dan menambah saldo di tabungannya. Tidak hanya menambah saldo, tapi juga memperbanyak transaksi menggunakan aplikasi perbankan di ponsel pintar, karena peluang menang akan lebih besar dengan mengumpulkan poin dari transaksi melalui aplikasi tersebut.

Program inilah yang diluncurkan oleh Bank DKI melalui acara bertajuk Hajatan Bank DKI yang digelar pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 yang lalu bertepatan dengan Car Free Day di Bundaran HI Jakarta, tepatnya di samping Hotel Mandarin Oriental. Saya beserta teman-teman Blogger Crony, juga para penduduk Jakarta: ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak dan remaja muda-mudi turut melebur dalam kemeriahan acara, sekaligus berolahraga dan bergembira bersama. Ada lomba Zumba Dance yang enerjik dan membakar lemak, ada Flash Mob yang seru, ada juga pawai berbagai kostum unik, serta iring-iringan pasangan pengantin mengenakan baju adat daerah. Lalu, ada hiburan tidak kalah seru di atas panggung bersama Indah Dewi Pertiwi yang menyanyikan lagu-lagunya Dewa 19. Acara hajatan yang benar-benar menyemarakkan suasana akhir pekan Jakarta.

Baca lebih lanjut

Alternatif Pinjam Uang Tanpa Kredit Ke Bank

Kebutuhan mendadak akan tersedianya dana tunai memang tidak bisa kita duga kapan datangnya. Namanya juga mendadak. Kejadian yang dialami pun juga tidak bisa diperkirakan kapan munculnya. Misalkan saja ada anggota keluarga yang sakit dan diopname, atau saudara mengalami kecelakaan. Meskipun ada yang namanya asuransi, tidak semua orang punya fasilitas asuransi yang sama. Kebutuhan dana mendadak lainnya misalnya urunan membelikan kado dan kue ulang tahun teman sekantor, padahal belum gajian. Atau salah seorang pegawai kantor, seperti tukang kebun, satpam, office boy mengalami musibah.

Perlunya mempunyai dana darurat untuk berbagai keperluan mendadak, seperti biaya berobat, membelikan kado ulang tahun teman atau kolega, membantu keluarga yang mengalami musibah. (foto: uangteman.com)

Perlunya mempunyai dana darurat untuk berbagai keperluan mendadak, seperti biaya berobat, membelikan kado ulang tahun teman atau kolega, membantu keluarga yang mengalami musibah. (foto: uangteman.com)

Berbagai kejadian di atas menyiratkan perlunya mempunyai dana darurat. Tapi bagaimana kalau kita sama sekali sedang tidak punya uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas? Sedangkan pengalaman meminjam uang di bank, bunganya tinggi sekali, belum lagi berbagai biaya yang ditimbulkan apabila terlambat membayar, biaya administrasi, biaya penalti, dan lain-lain. Selain itu, meminjam uang di bank tidak bisa dalam jumlah sedikit dan jangka waktu sebentar. Setidaknya diperlukan waktu minimal 24 bulan untuk mencicil sebagai syarat pembayaran. Jika ingin melunasi sebelum waktunya malah dikenakan biaya lagi. Menyebalkan, bukan?

Baca lebih lanjut

Pengalaman Perbankan Bersama BCA

Tulisan saya kali ini  akan bercerita tentang pengalaman saya sebagai nasabah Bank Central Asia (BCA). Jujur saja, saya mulai tertarik untuk membuka rekening di BCA sejak memerhatikan kedua orangtua saya sama-sama punya rekening tabungan Tahapan BCA. Sebelumnya saya hanya punya satu rekening tabungan di bank lain, itu juga demi keperluan pembuatan Kartu Mahasiswa (KTM) dan pembayaran uang kuliah. Saat itu kampus saya memang belum ada kerjasama dengan BCA.

Rekening Tahapan dan Paspor BCA

Membuka rekening Tahapan BCA memudahkan saya menerima transferan honor dari penerbit. (foto: dok.pri)

Membuka rekening Tahapan BCA memudahkan saya menerima transferan honor dari penerbit. (foto: dok.pri)

Namun, melihat kedua orangtua saya yang mempunyai rekening Tahapan BCA mendapatkan berbagai kemudahan, antara lain tidak perlu susah-susah mencari ATM karena mesin ATM BCA tersebar di mana-mana, maka saya berpikir untuk membuka tabungan di BCA juga. Sementara, ATM bank tempat saya membuka rekening tabungan merangkap KTM tidak banyak. Jadi, agak kesulitan juga untuk menarik uang di mesin ATM, apalagi saat itu belum ada fungsi atau fitur ATM bersama.

Baca lebih lanjut

Cerita Pengalaman Menabung

konsep menabung diajarkan oleh almarhumah ibu saya sejak kecil. (foto sumber: tribunnews.com)

konsep menabung diajarkan oleh almarhumah ibu saya sejak kecil. (foto sumber: tribunnews.com)

Sejak kecil saya sudah diajarkan oleh almarhumah ibu saya untuk menabung. Berbagai cara dilakukan untuk menabung, mulai dari mengisi celengan dengan sisa uang jajan di sekolah, hingga membuka rekening tabungan yang pada masa itu bisa dilakukan di kantor pos dekat rumah. Supaya saya lebih giat lagi menabung, saya suka membuat celengan dari kaleng-kaleng bekas susu bubuk dengan melubangi tutupnya seukuran koin, lalu menghiasinya dengan kertas kado warna-warni. Kalau menabung di kantor pos biasanya diwakili oleh ibu saya, karena saat itu saya belum cukup umur, he he he… Almarhumah ibu pernah berkata pada saya, “Kalau menabung di tabungan uangnya akan bertambah.” Wow, konsep yang diajarkan ibu membuat saya mulai tertarik pada uang.

Baca lebih lanjut

Wujudkan Impian Melalui Berinvestasi Dengan Mudah Bagi Orang Awam

Menginjak usia pertengahan kepala tiga, sudah dapat dipastikan kebutuhan akan semakin banyak. Baik bagi yang single, apalagi yang sudah menikah dan mempunyai anak. Di sini saya berbicara khususnya mewakili kaum wanita, karena memang biasanya wanita itu apa-apa serba dipikir dan kesannya jadi repot, ha ha… Bagi wanita single seperti saya, meskipun belum menikah apalagi belum punya anak, berbagai hal sudah dipikirkan dan dirancang untuk menunjang masa tua dan pensiun dengan tenang, terutama dari segi ekonomi. Inginnya sih bisa menabung mulai dari sekarang yang katanya usia paling tepat untuk mulai menabung, lalu bisa menuai hasilnya di masa tua, buat beli rumah, buat liburan, buat jalan-jalan, tapi yang nggak bikin repot dan hasil tabungannya lumayan supaya tua tinggal ongkang-ongkang kaki :D. Banyak maunya ya…

impian setiap orang, termasuk para wanita, di hari tua: rumah, kendaraan, bisa liburan atau jalan-jalan bareng keluarga. (foto ilustrasi: desaindenahrumah.com)

impian setiap orang, termasuk para wanita, di hari tua: rumah, kendaraan, bisa liburan atau jalan-jalan bareng keluarga. (foto ilustrasi: desaindenahrumah.com)

Tapi, begitulah. Makin beranjak usia makin banyak yang dipikirkan dan dikerjakan, terutama pada saat usia produktif. Dalam hal menabung, saya nggak mau mikir yang ribet-ribet lagi karena inginnya sudah ada sistem otomatis yang mengerjakannya. Dan pilihan itu jatuh kepada investasi. Kan, ‘katanya’ manfaat berinvestasi jauh lebih besar daripada menabung, selain hasil yang didapat lebih banyak, ‘katanya’ kita juga ikut membantu perekonomian negara. Loh, apa hubungannya investasi dengan membantu perekonomian negara?

Baca lebih lanjut